BERMIMPI MENJADI LEADERSHIP
Sebuah
kisah yang saya jalani ketika di perjalanan
study perkuliahan , menjadi seorang leaders bukanlah suatu hal yang mudah tidak jarang orang merasa dirinya tak pantas disebut leaders. Tidak jarang juga orang merasa
minder saat dirinya disebut menjadi leaders , sebut saja leaders /
tokoh muda di
kampus atau di sekolah.
Ketika
saya pertama kali masuk dunia perkuliahan di dalam kampus banyak sekali leaders/tokoh yang patut untuk di
contoh akan gaya penampilannya , bahasa dan cara bicaranya ( retorika) . Namun saya lebih baik
memutuskan menjadi diri sendiri dan saya memiliki statement yang kuat menjadi diri saya sendiri dan ketika suatu hari dalam kegiatan organisasi ketika
itu saya di minta menjadi ketua pelaksana dalam kegiatan musyawarah besar
organisasi kampus yakni Forum Siraturahim Alumni ESQ 165 (FOSMA UNSRI) kebetulan pada sat itu baru saja selesai mengikuti training ESQ yang
diadakan di kampus , dan ketika itu saya pun dipercayai oleh teman-teman saya untuk menjadi
ketua dalam organisasi tersebut. Pada saat
itu para calon ketuanya terdiri dari berbagai angkatan tetapi kebetulan saya angkatan paling muda
dan di percayai menjadi pimpinan organisasi tersebut. Jadi teringat kata-kata dari Muhammad ali dalam
buku pergerakan mahasiswa Muhammad ali mengatakan
” kamu sangat muda untuk menjadi pemimpin , waktu belajar kamu akan banyak tersita untuk mengurusi apa yang kamu pimpin.” Itu bukan kata-kata yang membuat semangat saya kendur atau melemah bahkan dengan kata kata itu saya akan buktikan bahwa kata-kata itu berlaku bagi orang orang yang tidak ingin berusaha untuk belajar. walaupun di usia muda kita memimpin itu adalah sebuah proses untuk menjadi pemimpin besar nantinya. Seorang pemimpin harus memberikan contoh kepada anggota-anggotanya walaupun seseorang sudah menjadi pemimpin, belajar harus di utamakan agar menjadi pemimpin yang menjadi tauladan sepanjang kepemimpinannya. Sudah tahukah kisah pasukan perang yang mampu mengalahkan kerajaan besar di turki utsmani ? siapa dia , ya Muhammad Al- fatih. Dan tahukah kisah para sahabat pimpinan perang yang masih sangat muda ? tahu? terkadang memang kita terlalu teropsesi (terbawa) terhadap sesuatu membuat kita tak mampu mengendalikan diri sendiri
(self controlling) terkadang kita selalu menuruti apa yang orang katakan sedangkan hati kita menolak padahal sudah jelas semua perbuatan itu tergantung dari apa yang di niatkan sudah dijelaskan bukan di dalam sebuah hadist.
” kamu sangat muda untuk menjadi pemimpin , waktu belajar kamu akan banyak tersita untuk mengurusi apa yang kamu pimpin.” Itu bukan kata-kata yang membuat semangat saya kendur atau melemah bahkan dengan kata kata itu saya akan buktikan bahwa kata-kata itu berlaku bagi orang orang yang tidak ingin berusaha untuk belajar. walaupun di usia muda kita memimpin itu adalah sebuah proses untuk menjadi pemimpin besar nantinya. Seorang pemimpin harus memberikan contoh kepada anggota-anggotanya walaupun seseorang sudah menjadi pemimpin, belajar harus di utamakan agar menjadi pemimpin yang menjadi tauladan sepanjang kepemimpinannya. Sudah tahukah kisah pasukan perang yang mampu mengalahkan kerajaan besar di turki utsmani ? siapa dia , ya Muhammad Al- fatih. Dan tahukah kisah para sahabat pimpinan perang yang masih sangat muda ? tahu? terkadang memang kita terlalu teropsesi (terbawa) terhadap sesuatu membuat kita tak mampu mengendalikan diri sendiri
(self controlling) terkadang kita selalu menuruti apa yang orang katakan sedangkan hati kita menolak padahal sudah jelas semua perbuatan itu tergantung dari apa yang di niatkan sudah dijelaskan bukan di dalam sebuah hadist.
“
semua amal itu berawal dari apa yang di niatkan”.
So , jika kita sudah memiliki niatan yang baik terhadap
siapapun dan apapun maka itulah yang
akan kita dapatkan atau kita petik. Jadi niatkanlah
segala sesuatu itu untuk beribadah kepada sang pencipta maka kamu akan hidup bahagia di dunia
maupun di akhirat kelak . seperti yang sudah di firmankan Allah dalam surat
Al Baqorah : 30
Al Baqorah : 30
Artinya : Ingatlah ketika tuhanmu
berfirman kepada malaikat ” sesungguhnya aku hendak menjadikan seseorang khalifah di muka bumi”.
Allah
sang maha pencipta telah mempercayai manusia untuk menjadi khalifah (pemimpin)
di muka bumi ini , jadi belajarlah mulai dari saat ini dan sampai kapanpun untuk
menjadi seorang pemimpin (tokoh) yang
mampu membawa manusia pada keselamatan dan kebahagiaan yang sejati.
Jadilah
leaders (tokoh) yang di cintai oleh
orang orang yang di pimpin jadi agar kamu menjadi pemimpin yang
dicintai maka cintailah teman-temanmu, orang orang di sekitarmu terlebih dahulu barulah kamu akan merasakan menjadi orang
yang akan dicintai banyak orang. Seperti di dalam sebuah pelatihan kecerdasan
emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang disampaikan oleh bpk. Ary
Ginanjar Agustian faunder ESQ itu ia mengatakan ada 5 (lima) tangga
kepemimpinan jika ini dapat di lakukan oleh calon pemimpin masa depan. Maka Indonesia bisa jadi Negara no. 1 di dunia apakah itu :
1.
Pemimpin yang di cintai
2.
Pemimpin yang di percaya
3.
Pemimpin pembimbing
4.
Pemimpin mengkader
5.
Pemimpin abadi
Jika
seorang tokoh atau pemimpin mampu
memiliki ke-5 hal diatas maka ia adalah pemimpin yang mampu dikatakan manusia
yang super , atau kita kenal super Hero bukan Superman. Namun nyatanya sampai saat ini belum
ada yang mampu mencapai tangga ke 5 kecuali pemimpin dunia manusia
pilihan yakni
nabi Muhammad SAW orang yang di pilih Allah yang memiliki kecerdasan ,
kemuliaan dan rasa jujur yang sangat tinggi. Maukah kita seperti rasulullah?
Belajarlah mulai dari kesabaran yang dimiliki nabi,
ketika nabi di tinggalkan orang orang tercinta dalam hidupnya , ketika nabi
umur 8 tahun sudah memulai mengembala kambing , berdagang hingga ia menjadi
seorang saudagar
(Entrpreneur).
Belajarlah adil ketika nabi memutuskan menaruh batu hajar
aswat ia mampu menyatukan khabilah khabilah atau kelompok-kelompok yang bermusuhan , belajar
menyangi dan toleransi yang sangat tinggi. Pernah kamu mendengar kisah nabi yang di caci maki
oleh pengemis buta ketika nabi melewati pasar ? tetapi lihatlah sikap nabi ?
apakah ia langsung membalas dengan ejekan pula? tidak kan? bahkan nabi memberinya makan pengemis buta
yang selalu mengatakan nabi itu gila , pendusta , tukang sihir namun nabi setiap hari memberi makan
pengemis buta tersebut. Bahkan sebelum ia memberi sesuap roti kepada pengemis buta itu suapan roti
yang keras malahan
nabi lembutkan
terlebih dahulu , begitu pengasih dan penyayangnya nabi bukan? Maka jadilah nanti pemimpin yang
menyangi walaupun kita mendapatkan sebuah ujian dan cobaan.
“
sungguh telah ada suri tauladan yang baik didalam diri rasulullah “
Rasul
teladan bagi manusia yang memiliki karakter yang baik , karakter seseorang itu
menentukan ciri kehidupan seseorang itu pula. bila karakter- karakter itu mengikuti
aturan Allah dan sunah rasulullah maka niscaya kepribadian dan kehidupan jauh
lebih baik maka betapa indahnya jika itu semua kita tanamankan dalam diri kita , para pemimpin masa depan.